Cara Memilih Sekolah Untuk Putra / Putri Kita

Selamat datang dunia baru dan selamat tinggal dunia lama. Itulah kira-kira kata yang pantas untuk diucapkan anak-anak kita ketika menapaki dunia barunya. Sekolah baru, suasana baru, teman baru, dan tentunya untuk mendapatkan pengalaman baru. Tahun pelajaran baru telah datang, sebagai orang tua kita akan memilihkan sekolah bagi anak-anak yang sesuai, baik, dan bermutu barang tentu punya embel-embelsekolah unggulan.

Fenomena sekolah unggulan terjadi bak jamur dimusin hujan. Masyarakat pendidikan berduyun-duyun mendirikan sekolah dengan kualitas tinggi dengan pasar anak-anak “orang tinggi” tentunya. Gejala sosial ini terjadi pada sepuluh tahun terakhir, ketika sekolah-sekolah yang telah ada dianggap kurang berhasil melakukan sebuah akselerasi ilmu pengetahuan dan ilmu agama terhadap anak didik.

Bahkan masyarakat mulai menyadari bahwa sekolah unggulan saja dianggap kurang cukup manakala pendidikan agama disekolah kurang memadai. Maka masyarakat Islam mulai mendirikan sekolah Islam unggulan dengan berbagai identitasnya seperti Sekolah Islam Terpadu, Sekolah Islam Plus, Sekolah Islam Program Khusus dan masih banyak lagi jenisnya. Sekolah tiada lain untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dengan berbasis agama.

Sekolah, sekarang ini menawarkan berbagai hal yang bisa menarik perhatian bagi masyarakat umum, melalui program-program unggulannya ada sekolah yang memberikan “jaminan” setelah lulus hafal juz 30, mahir dalam bidang komputer dan eksakta, pandai berbahasa arab dan inggris, serta ketrampilan-ketrampilan lainya. Sekolahan mana dari sekolahan yang ada di lingkunagan kita, kira-kira tepat dan dibutuhkan anak kita di masa yang akan dating?

Sekolah Unggulan

Ada sebuah tulisan menarik dari Nawwal Ath-Thuwairaqi dengan bukunya yang berjudul Al-alaqat Al insaniyah fii As-sirah Nabawiyah wa Tathbiqaatuha fii Al-idarah Al-madrasiyah. Tulisan ini mengisahkan bagaimana sekolah unggulan yang berbasis Islam diproduksi sedemikian rupa sehingga nilai-nilai Islam menjadi menarik sekaligus membumi terhadap pendidik dan anak didik bahkan merambah kepada lingkungan dan orang tua.

Melalui teladan yang diberikan oleh Rasulullah saw dianggap sekolah akan mampu mendidik peserta didiknya menjadi anak cerdas, pandai, terampil sekaligus beriman dan bertakwa. Ada beberapa catatan menarik di mana orang perlu ketahui sebelum memilihkan sekolah bagi anak-anak mereka. Sekolah adalah dasar bagi anak membentuk sebuah karakter sosial dan karakter individual dalam rangka proses pengkomunikasian antara diri anak di mata manusia dan di mata Allah SWT.

Kalau ditarik menjadi catatan kecil maka sebelum kita memilihkan sekolah bagi anak-anak kita, secara materi haruslah lebih komplit. Hal ini pun menjadi tidak cukup apabilah sekolah dengan berbagai fasilitasnya kering dari pembelajaran pemanusian dan keagamaan. Secara prinsip sekolah menjadi tempat pendidikan yang ideal apabila memenuhi beberapa hal, yaitu mengembangkan sifat seorang panglima ideal, menumbuhkan semangat persaudaraan yang kokoh, membangun rasa kemanusiaan, bereksplorasi dan mengarahkan secara baik, meluruskan berbagai kesalahan, adanya motivasi manajerial yang efektif, dan yang terakhir adalah memutuskan segala bentuk permasalahan dengan cara yang baik dan terbaik (musyawarah).

Rasulullah saw telah memberikan gambaran yang jelas, bagaimana hendaknya pendidikan di arahkan agar out put nya memiliki kompetensi yang jelas dan ketrampilan yang memadai. Sekolah dikatakan unggulan apabila pertama, mendidik siswanya menjadi seorang panglima ideal hal ini dikatakan siswa di didik menjadi seorang pemimpin. Seorang dikatakan menjadi pemimpin yang baik manakala dia bersifat sabar, toleran, husnudzdzan, kooperatif, pemaaf, tegas, adil, mengutamakan kepentingan umum, tepat janji, serta mengerti untuk menempatkan dirinya.

Kedua, menumbuhkan semangat persaudaraan yang kokoh. Prinsip ini mengembangkan sikap ukhuwah, saling menasihati, kerjasama, semangat berkompetisi, saling mencintai, taat, memuliakan orang lain, tolong menolong dan menghargai. Ketiga, membangun rasa kemanusiaan. Pada prinsip ini siswa di didik memiliki sikap kasih sayang, suka memberikan kabar gembira, dermawan, dan penuh perhatian.

Keempat, bereksplorasi dan mengarahkan secara baik. Konsep ini ingin mengembangkan ketrampilan dengan berbagai bakat, menghargai kemampuan orang lain, mengerti posisi orang lain, serta tanggung jawab. Kelima, meluruskan berbagai kesalahan. Melalui konsep ini siswa diarahkan untuk memperbaiki kesalahan, siap menerima keluhan dan saling memaafkan.

Keenam, motivasi manajerial yang efektif. Melalui motivasi manajerial yang baik antar stakeholder pendidikan harus mampu memerankan posisinya dengan sebaik-baiknya dengan imbalan berupa materi dan immateri. Saling bertutur kata yang baik dan hadiah bagi yang terbaik. Ketujuh, segala bentuk permasalahan dengan cara yang baik dan terbaik (musyawarah). Sekolah dikatakan memenuhi kualitas yang baik apabila mengedepankan prinsip syura, adanya semangat kompetisi mengemukakan pendapat, adanya kebebasan menyikapi pendapat pimpinan, serta mengharap hikmah setelah diambilnya keputusan.

Khotimah

Sekolah unggulan senantiasa menerapkan konsep di atas secara universal. Bagi orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya dituntut proaktif untuk mencari informasi pendidikan bagi anak-anaknya, sebelum anak-anak mereka masuk pada sekolah tertentu. Track record sekolah menjadi penting pula, di mana kita harus mendapatkan informasi tidak hanya oleh satu pihak tetapi orang tua harus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak. Selanjutnya keputusan di ambil tidak hanya dominasi orang tua akan tetapi anak diberi kesempatan untuk menentukan pilihannya.

Sumber : edukasi.kompasiana.com