Anak bukanlah
milik kita, ia adalah amanah dari Allah yang dititipkan kepada kita, oleh
karenanya sebagai orang tua kita harus benar-benar memberikan pendidikan yang
baik kepada mereka. terutama pendidikan agama. Apalagi dengan kondisi zaman
yang serba canggih memberikan banyak pengaruh kepada anak-anak kita. Anak
dengan mudah bisa meng-akses apa saja melalui gadget mereka. Dampak tekhnologi
benar-benar berpengaruh besar terhadap perkembangan anak. Gara-gara gadget saja
anak bisa mengalami perubahan sikap yang sangat besar. seperti misalnya
(1) anti sosial, mereka tidak begitu peduli dengan orang
disekitar, umumnya mereka suka menyendiri dan asyik dengan gadgetnya. (2)Tidak
memiliki rasa Empati, pengaruh tekhnologi memunculkan kurangnya empati
kepada sesama. mereka cenderung acuh tak acuh terhadap teman ataupun saudara,
bahkan terkadang sifat egoisnya yang muncul lebih besar dibanding rasa
pedulinya. Dan yang lebih parah lagi ketika anak memiliki (3) krisis
moral, canggihnya tekhnologi memudahkan anak meng-akses hal-hal yang tidak
seharusnya menjadi kosumsi anak. secara tidak langsung anak akan meniru apa
yang ia lihat. jika tidak ada pengawasan orang tua, anak akan dengan mudah
terpengaruh perbuatan-perbuatan yang tidak baik, sehingga ia cenderung memiliki
kebiasaan-kebisaan buruk yang ia pelajari dari gadget.
Sebagai orang
tua terkadang kita miris melihat fenomena anak zaman sekarang, mereka cenderung
arogan, tidak peduli dengan sekitar, tidak mudah bersosialisasi, dan yang
paling parah nilai santunnya terhadap orang tua sedikit berkurang. so..sebagai
orang tua kita harus mengantisipasi agar anak-anak kita tidak masuk didalam
kategori anak-anak sebagaimana tersebut diatas. Meskipun kita tahu bahwa tidak
semua anak akan terpengaruh buruk terhadap tekhnologi, tapi setidaknya kita
sebagai orang tua harus benar-benar menjadikan mereka generasi penerus yang
bisa diandalkan, baik agama dan tekhnologi.
Salah satu
wujud mencetak generasi yang canggih tekhnologi tapi tetap kuat agamanya adalah
dengan nyantri di pondok pesantren. Pondok pesantren yang pada awalnya
di-setting sebagai lembaga pendidikan non-formal. kini, Seiring dengan
berjalannya waktu serta tuntutan zaman yang kian kompleks. Pesatnya keilmuan
yang semakin spesifik serta perkembangan teknologi terus menuntut pesantren
tetap bisa menjadi lembaga pendidikan yang selalu survive. Alhasil, pesantren
juga membuka pendidikan umum mulai dari SD-MI, SLTP-MTs, SMA-SMK-MA-MAK, bahkan
Perguruan Tinggi. Sungguh ini capaian yang luar biasa. Selain menjadi lembaga
pendidikan agama pondok pesantren juga bisa dijadikan sarana untuk menimba ilmu
pengetahuan umum.
Ada banyak hal
kenapa orang tua memondokkan anaknya ke pondok pesantren, selain memperoleh
ilmu tentang ubudiyah dan ketauhidan, anak secara tidak sadar akan memperoleh
ilmu tentang bagaimana hidup bersosialisasi. Hal ini bisa dilihat dalam
kehidupan santri, semua santri akan menyimpan segudang pelajaran hidup. Hal
sederhana, semisal bagaimana santri makan bersama dengan menggunakan talam.
Dari situ kita bisa lihat, bahwa kebersamaan dalam pesantren itu sangat
diutamakan. Tanpa melihat dari mana asalnya, miskin, kaya bahkan keturunannya.
Pesantren tak pernah mengenal kasta, semua diperlakukan sama yakni menjadi
seorang santri. Disamping itu hal paling penting yang bisa didapat dari
pesantren adalah "Akhlak". Akhlak yang dimaksud di sini bukan sekedar
persoalan etika semata. Karena etika lebih kepada persoalan pola sikap dan pola
ucap. Semisal, seorang koruptor yang sosialnya bagus tidak bisa dikatakan
berakhlak. Karena apa yang ia lakukan tidak sesuai dengan kebenaran hatinya. Akan
tetapi, akhlak jauh melampaui itu. Seseorang yang berakhlak, baik tindakan,
perkataan, pikiran maupun perasaannya akan berjalan secara beriringan.
Kesemuanya itu tidak mungkin bertentangan. Contoh yang bisa kita ambil, ketika
Nabi Muhammad SAW mengutuk seseorang yang munafik. Seperti kita mafhum, munafik
adalah seorang yang ucapan dan tindakan, pikiran serta hatinya tidak sesuai.
Dari contoh itu bisa kita petik, bahwa akhlak meliputi persoalan pola sikap,
pola ucap, pola pikir dan pola rasa (hati). Bagaimanapun juga, Nabi Muhammad
SAW diutus ke dunia, tak lain dan tak bukan untuk menyempurnakan akhlak
manusia, Innama bu'itstu liutammima makarimal akhlaq.
Saat ini sudah banyak Pondok pesantren yang dikemas secara modern, dengan tetap tidak menghilangkan keaslian dari pondok itu sendiri. Pengemasan pondok pesantren secara modern adalah merupakan tuntutan kondisi zaman, memberikan fasilitas modern seperti asrama, ruang pembelajaran, area olahraga, kantin,hiburan, pertenakan, perkebunan lab komputer, makan, jasa loundry dan masih banyak lagi fasilitas pondok yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada santri, sehingga mereka hanya fokus belajar dan menimba ilmu. Jadi kalau masih ada anak yang mengatakan bahwa mondok itu kuno jelas salah besar, karena sesungguhnya mondok itu keren lo nak..disamping kalian tetap bisa mengikuti arus kemajuan tekhnologi dan perkembangan zaman kalian juga memiliki modal agama yang kuat, sehingga ketika kalian harus terjun di masyarakat kalian jelas tidak akan mudah terpengaruh dunia luar yang jahat.
