SANTI ASROMO ISLAMIC BOARDING SCHOOL

  • PENDAFTARAN ONLINE
  • Home
  • Akademik
    • INFO PENTING
    • PENERIMAAN SANTRI BARU
    • INFO SANTRI
    • SMP PRAKARYA
    • SMA PRAKARYA
    • RA & MI PUI
    • WARTA PONDOK
    • KOLOM USTADZ
  • Tentang Kami
    • FASILITAS
    • SEJARAH BERDIRI
    • VISI & MISI
  • Pengumuman
  • Hubungi Kami

24 Sep 20

Takdir Alloh Itu Pasti Bahagia itu Pilihan

santi1932 WARTA PONDOK

Belajarlah menerima taqdir yang menimpa diri kita

Kita sulit menerima takdir yang menimpa diri kita, apalagi jika takdir itu berupa kesulitan atau kegagalan… sesuatu yang tidak diharapkan terjadi pada diri kita… sesuatu yang menurut pemahaman kita tidak baik buat kita. Pada saat itu, seringnya kita lupa… Allah Sang Pencipta takdir… Sang Pencipta kita… PASTI lebih tahu apa yang terbaik buat ciptaanNya. Kita lupa, Allah SWT telah mengklaim… tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya… Laa yukalifuLLahu nafsan illa wus'aha….

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Ketika seseorang menerima takdir yang menimpa dirinya… menerima ketentuan Allah atas dirinya… ridho kepada qodho dan qodar Allah… ia akan ikhlas dan rela menerima apapun yang diputuskan Allah kepada dirinya tanpa syarat, dan menganggapnya sebagai sesuatu atau cobaan yang perlu dihadapinya. Ridho merupakan buah dari cinta seorang mukmin kepada Allah. Seseorang yang mencintai seseorang akan menerima semua keinginan dan permintaan dari yang dicintainya. Disimpan dan dibawa Allah ada dalam Al Qur'an.

Kehendak Allah kepada kita kejadian yang telah berlangsung, tidak dapat dihindarkan, dan tidak diketahui sebelumnya. Semua dan keburukan dari apa yang menimpa kita, semua dari sisi Allah.Tak ada seorangpun yang dapat menghindari dari rahmatNya dan kecelakaan yang ditimpakanNya kepada seseorang.

Setelah kondisi fisik seorang manusia dalam rahim ibunya selama 120 hari, Allah mengutus malaikat untuk meniupkan ruh menyampaikan dan menyampaikan 4 perkara: rezekinya, ajalnya, amal perbuatannya, dan akan menjadi sengsara atau bahagia.Rasulullah mengingatkan bahwa amal perbuatan seseorang selama dia tidak menjamin keadaannya di akhir hidupnya. Semua tergantung pada kehendak Allah. Ada seseorang yang selama hidupnya senantiasa beramal baik dengan amalan penghuni surga, hingga jaraknya tinggal sehasta, namun takdir Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni neraka, hingga masuklah ia ke dalam neraka. Malah ada seseorang yang selama hidupnya senantiasa beramal dengan amalan neraka, hingga jaraknya tinggal sehasta, namun takdir Allah mendahuluinya, lalu ia melakukan amalan penghuni surga, hingga ia pun masuk ke dalamnya….

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita….

Takdir merupakan pertemuan antara ikhtiar atau usaha manusia dengan kehendak Allah. Hidup merupakan rangkaian usaha demi usaha, sambungan ikhtiar demi ikhtiar. Namun ujung dari usaha dan puncak ikhtiar tidak selalu berhubungan langsung dengan kesuksesan dan Ada simpul lain yang terhubung dengan percaya, yaitu kehendak Allah. Simpul yang tidak diketahui oleh manusia, yang gelap bagi kita semua… Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahuinya (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok… (QS. Luqman: 34)

Pada setiap usaha yang kita lakukan, kita harus melakukan segala sesuatu dengan baik, profesional, tersier, dan penuh semangat. Pada wilayah yang gelap, usaha kita adalah: berdoa, berharap, dan bertawakal kepada Allah. Dalam setiap ikhtiar yang kita usahakan, harus kita tutup kalkulasi optimisme dengan kata 'semoga' atau 'mudah-mudahan.'

 

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Bagi seorang mukmin, kata 'semoga' atau 'mudah-mudahan' bukan hanya masalah kebergantungan, tapi juga merupakan buah dari pemahamannya terhadap prinsip aqidah Islam… tempat menyandarkan seluruh pengharapan kita. Dari sinilah tumbuh energi tawakal, kepasrahan yang tidak berakhir dengan putus asa, namun pengharapan atas kehendak Allah yang baik atas dirinya dengan senantiasa memilih jalan yang layak, menata segala upayanya, lalu memohon kesuksesan kepada Allah.

Kata 'semoga' atau 'mudah-mudahah' membuat kita menjadi lebih bijak menyikapi takdir yang menimpa diri kita. Kita akan lebih bisa memaknai setiap takdir yang menimpa kita dengan: dibalik semua ini, pasti ada hikmahnya. Tidak larut dalam penyesalan yang mendalam… tidak larut dalam perasaan atas setiap keputusan yang diambilnya… tidak menyalahkan takdir… dibalik semua ini pasti ada hikmahnya.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Yakinlah bahwa setiap takdir Allah untuk kita selalu baik, apapun bentuk takdir itu. Takdir yang baik, tentu baik untuk kita. Takdir yang nampak tidak menguntungkan buat kita, ternyata ada yang Allah 'paksakan' untuk kita… yang tidak kita sadari saat itu .. Yakinlah bahwa Allah melihat yang terbaik untuk kita…

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita merupakan tangga untuk mencapai derajat yang lebih tinggi di sisi Allah. Allah akan senantiasa menguji seorang hambaNya hingga terlihat siapa yang berhak mendapatkan tempat terbaik di sisiNya. Ujian diberikan untuk memilih yang terbaik untuk mendapatkan tempat yang terbaik. Perlu stamina yang kuat dan persiapan yang baik untuk menyelesaikan segala bentuk ujian.

Allah telah menyampaikan dalam QS Al Mulk: 2 bahwa Allah menciptakan kehidupan dan kematian sebagai ujian untuk melihat siapa yang terbaik amalannya. Dalam QS Al Insan: 2 juga diagram bahwa Allah menciptakan manusia untuk diuji dengan segala perintah dan laranganNya. Namun, Allah tidak begitu saja begitu makhlukNya hidup tanpa bekal. Allah mengkaruniakan pendengaran dan penglihatan untuk digunakan manusia yang menjalani hidupnya… menemukan petunjukNya… menemukan jalan dan menguasai segala permasalahan… menemukan kunci dan penerang untuk lolos dalam ujian hidupnya.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita adalah buah dari pohon-pohon dosa kita. Dosa-dosa kecil yang kita abaikan dari mohon ampunanNya… yang kita semai dan kita tumbuh suburkan… akan menghasilkan buah yang akan kita petik hasilnya. Jika musibah datang beruntun, kegagalan terus menghantui kita, sudah saatnya kita berkaca dan mengoreksi diri. Kotoran atau coreng-moreng apa yang telah menodai perjalanan hidup kita? Dosa apa yang telah kita lakukan sehingga menghalangi kita mencapai kesuksesan? Setelah itu hapuslah kotoran dan coreng-moreng itu dengan taubat dan istighfar.

Ada hubungan yang kuat antara taubat dan istighfar dengan hidup. Nabi Nuh mengajarkan kepada kaumnya:… ”Mohon ampunlah kepada Tuhanmu, sebenarnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan pula di dalamnya sungai-sungai ”… (QS. Nuh: 10-12).

 

Ibnu Qoyyim menasihati:

… Jika kenikmatan dalam kenikmatan, peliharalah kenikmatan itu… sesungguhnya kemaksiatan dapat menghilangkan kenikmatan… dan ikatlah kenikmatan dengan taat kepada Tuhanmu, karena Tuhanmu Maha Cepat pembalasanNya…

Kenikmatan yang hilang dan berubah menjadi kegagalan 'buah karya' kita sendiri. ”Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS Asy-syuro: 30).

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang men diri kita adalah cara terbaik untuk meringankan dosa di hari kiamat. Ketika Rasulullah Saw sakit menjelang wafatnya, beliau bersabda ”… Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu rasa sakit dengan duri atau apa saja, kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR Bukhari). Di antara rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada mukmin adalah dikuranginya dosa mereka di dunia. Musibah, bencana, dan kegagalan yang menimpa, bagaikan air yang menyiram dan mematikan api dosa. Hingga bisa jadi orang yang dosanya banyak, setelah diuji dengan musibah dia tetap beriman, ia akan menghadapi Allah kelak dengan beban dosa yang ringan atau tanpa dosa. Sehingga selipkanlah rasa syukur dan tumbuhkan kesabaran atas setiap takdir yang menimpa diri kita, terutama yang berupa musibah.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita adalah harga wajib untuk mencapai kesuksesan lain. Ketika di awal usaha kita, kita tidak mendapatkan hasil yang kita inginkan, bahkan gagal mendapatkannya, bisa jadi Allah punya rencana bagi kita untuk memilih usaha lain yang akan mendatangkan hasil yang lebih baik. Kegagalan merupakan langkah untuk mencapai kesuksesan, jika kita terus berusaha dan berdoa. Ketika seorang wanita belum mendapatkan jodohnya karena berbagai hambatan, boleh jadi Allah telah menetapkan jodoh yang lebih baik untuk mendampinginya. Ketika seseorang terus ditolak ketika mencari pekerjaan, boleh jadi Allah telah memilihkan pekerjaan yang lebih baik untuk dia.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Boleh jadi, takdir yang menimpa diri kita merupakan lampu kuning pengingat, agar kita lebih banyak berkaca diri. Mungkin sebelum musibah menimpa kita, kita sedang lupa cermin tempat mengoreksi diri. Apakah ada goresan-goresan atau titik-titik yang mengotori hati kita. Musibah, kegagalan, kesulitan hidup bisa menjadi pengingat bahwa kita harus banyak berkaca diri, mengoreksi diri bahwa dosa kita sudah cukup mengkhawatirkan sehingga Allah memberi peringatan dan teguran kepada kita. Sebelum Allah melanjutkan dengan siksa dan azabNya, segeralah bertaubat.

Belajarlah menerima takdir yang menimpa diri kita…

Sebelum kita melangkah… sebelum kita menentukan pilihan, mohonlah petunjuk kepadaNya:

Ya Allah, aku mohon pilihanMu menurut pengetahuanMu

dan aku mohon dengan kekuasaanMu, dan aku mohon karuniaMu yang Agung

Ssesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Kuasa dan aku tidak

Engkau Yang Maha Mengetahui dan tidak melihat,

dan Engkau Maha Mengetahui yang ghaib

Ya Allah, ramah Engkau tahu bahwa urusanku baik bagiku, di dalam agamaku dan hidupku, serta baik-baik saja akibatnya bagiku (di masa sekarang atau masa yang akan datang), maka kuasakanlah dan mudahkanlah urusan ini untukku, kemudian berkahilah untukku; dan Engkau melihat bahwa urusan ini tidak baik bagiku, di dalam agamaku dan hidupku, serta akibatnya bagiku (di masa sekarang dan masa yang akan datang), maka jauhkanlah urusan ini, dan tentukanlah yang baik untukku di mana pun aku berada, kemudian ridhoilah aku dengan, itu…

Wallahu 'alam bishshowab… al haqqu mirrobbika falaa takunnana minal mumtarin…… Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu, maka janganlah kita ragu untuk menerimanya…


Last Update

  • 28 Hari Menuju Ramadhan
  • PSB MI PUI SANTI ASROMO
  • Telah Dibuka PSB RA AL-HALIM SANTI ASROMO
  • Rajab bulan Mulia
  • Menjelang Penerimaan Santri Baru MI PUI

Tags

INFO PENTING PENERIMAAN SANTRI BARU INFO SANTRI SMP PRAKARYA SMA PRAKARYA RA & MI PUI WARTA PONDOK KOLOM USTADZ

Tentang Kami

  • FASILITAS
  • SEJARAH BERDIRI
  • VISI & MISI
Alamat
Santi Asromo Islamic Boarding School
Yayasan KH. Abdul Halim Pondok Mufidah Santi Asromo Desa Pasirayu - Sindang -Majalengka -Jawa Barat
Kontak
  • Hotline: +6282240000932
  • E-Mail: santiasromo1932@gmail.com
  • Peta Lokasi
Tags
INFO PENTING PENERIMAAN SANTRI BARU INFO SANTRI SMP PRAKARYA SMA PRAKARYA RA & MI PUI WARTA PONDOK KOLOM USTADZ
Facebook
Ponpes Santi Asromo
© , Santi Asromo Islamic Boarding School
Grafik Pengunjung :  
  • Home
  • Pengumuman
  • Hubungi Kami